Google sebagai mesin terus saja melakukan update, termasuk Google update SEO 2019. Adakalanya perubahan algoritma tersebut akan bisa membuat pusing pemilik website. Tak heran bila setiap kali update selesai dilakukan, maka traffic dari suatu website bisa turun sampai dengan 30 atau 40 persen.

Itulah mengapa topik Google update algoritma menjadi hal yang wajib diketahui oleh seluruh pemilik website. Apalagi jika bisnis yang dimiliki ada kaitannya dengan traffic. Sebetulnya, update pada bagian mesin pencarian ini selalu rutin dilakukan oleh perusahaan Google. Penasaran dengan apa saja update tersebut? Maka wajib simak ini.

SEO Masih Terpakai di Algoritma yang Baru

Update yang sudah selesai dilakukan ini memang tidak pernah dijelaskan secara langsung dan mendetail dari pihak Google. Namun, sebagian besar pengguna traffic akan berusaha untuk menelusuri jejak perbedaan algoritma yang sudah dibuat. Namun, algoritma SEO Google 2019 ini masih erat kaitannya dengan SEO.

Saat suatu website semakin menggunakan SEO yang baik, maka websitenya akan bisa mendapatkan traffic yang tinggi. Bisa dikatakan bahwa artikel SEO ini bukan merupakan tujuan akhir dari pembuatan website, melainkan hal praktis yang memang harus diterapkan. Tak hanya itu, saat ini Google akan lebih memperhatikan kesesuaian konten dengan pencari.

Dahulu, pemilik website selalu beranggapan bahwa website yang dapat diakses dengan cepat adalah kunci dari tingginya suatu traffic website. Kenyataannya, Google tidak hanya berfokus pada kecepatan akses website saja. Ada banyak website dengan peringkat top di Google yang tidak memiliki kecepatan akses yang tinggi.

Dengan begitu, kecepatan bukan menjadi salah satu faktor mengapa traffic di suatu website bisa tinggi. Hal tersebut adalah SEO yang sesuai. Penggunaan kata kunci yang tepat juga masih menjadi salah satu cara untuk bisa menaikkan traffic pengunjung di suatu website.

Itulah mengapa sampai dengan tahun 2019 ini, seluruh pemilik website masih berlomba-lomba untuk membuat konten yang sesuai dengan penggunaan SEO yang baik. Hal ini dilakukan demi mendapatkan peringkat teratas di Google yang sudah pasti akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran bisnis yang dijalankan.

Google Lebih Cenderung Menggunakan Relevansi Daripada Optimasi

Perubahan yang paling terlihat dari update yang dilakukan pada November 2019 adalah adanya perubahan algoritma yang lebih memilih pada relevansi isi konten daripada optimasi. Algoritma ini dibuat setelah melalui proses deep learning yang mana menggunakan representasi encoder dua arah dari transformer alias dipanggil BERT.

Tidak semua orang akan mudah paham mengenai istilah BERT ini. Apalagi yang tidak punya background IT. Intinya, teknologi yang satu ini memungkinkan Google untuk mencari informasi berdasarkan bahasa natural daripada hanya terfokus pada kata kunci yang specific. Istilah kata kunci ini dalam dunia SEO sering sekali dipanggil keyword.

Tentunya ini akan menjadi perubahan yang sangat berbeda dan menyebabkan banyak website-website top sebelumnya ada yang drop sampai dengan 40% untuk aspek trafficnya. Sudah pasti ini akan menjadi masalah besar bagi sang pemilik web, apabila terus-menerus tidak memanfaatkan algoritma yang baru dari Google.

Penggunaan kata kunci harus bisa tepat dan sesuai dengan konten. Penggunaan kata kunci yang terlalu banyak dipaksakan akan membuatnya menjadi tidak lagi efisien dalam mesin pencarian Google. Intinya, pemilik website yang ada saat ini harus menggunakan kata kunci yang tepat dan tidak dipaksakan untuk membuat websitenya menjadi top lagi.

Algoritma Google BERT ini memaksa pemilik website untuk lebih menggunakan bahasa dan juga frasa alami. Hal ini membuat orang-orang yang membuat website untuk menulis dengan target relevansi konten daripada hanya mengandalkan keyword. Relevansi yang ada juga harus didasarkan pada keperluan audiens.

Saat ini konten yang hanya memaksakan keyword tanpa memperhatikan bahasa yang natural akan dihargai lebih rendah oleh Google dan lebih sulit untuk bisa masuk barisan awal di halaman pertama Google. Itulah mengapa menulis secara alami saat ini lebih diutamakan dalam mesin pencarian Google.

Jangan Terlalu Terpatok dengan Update Google untuk Meningkatkan Traffic

Memahami setiap update dan perubahan yang terjadi di Google memang penting. Itu akan sangat membantu dalam menaikkan traffic. Hampir sebagian besar negara yang ada di dunia selalu memanfaatkan Google sebagai mesin pencarian informasi. Bahkan jumlahnya mencapai hampir 6 triliun orang per hari.

Bisa dikatakan itu merupakan jumlah yang sangat fantastis dan sudah masuk dalam separuh dari jumlah traffic internet. Bisa dikatakan itu adalah hasil yang mutlak dalam meningkatkan bisnis maupun penghasilan dari pemilik website. Namun, pemilik website tidak harus selalu berpacu pada mesin pencarian Google saja.

Apabila ingin membuat website menjadi mudah untuk dicari, maka perlu untuk membuat iklan, channel, maupun cara lain yang akan lebih menangkap perhatian audiens. Jadi bisa saja menggunakan bantuan media sosial, YouTube, dan channel lain untuk beriklan mengenai website yang ingin dinaikkan traffic-nya.

Pemilik website juga disarankan untuk memilih channel yang sesuai dengan konten dalam website. Buat iklan yang menarik perhatian banyak pengunjung ke website akan menjadi cara yang lebih efisien dalam menaikkan traffic. Pemilik website saat ini juga disarankan untuk membagikan melalui inbound links untuk menaikkan ranking di Google.

Setiap pemilik website akan terus berada dalam resiko setiap kali ada peraturan maupun algoritma yang berubah di Google. Tidak peduli itu retailer besar seperti Amazon maupun berbagai pemilik bisnis kecil lainnya. Update yang ada pada Google ini akan terus berlangsung, karena perusahaan Google juga berusaha memperbaiki sistemnya.

Kesimpulan yang bisa diambil dari adanya update Google pada tanggal 8 November 2019 adalah perubahan algoritma yang lebih condong pada penulisan yang alami. Penggunaan algoritma SEO 2019 di Google sudah tidak lagi terlalu boleh untuk dipaksakan. Pastinya setiap kali ada update dapat dikatakan akan ada penurunan 30%.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *